Kementerian Dalam Negeri melalui program P3MD menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi aparatur desa dan kelembagaan desa di Provinsi Jawa Tengah yang dilaksnakan pada bulan Agustus Hingga Oktober 2024 di beberapa hotel di Semarang. Kegiatan yang terbagi ke dalam beberapa gelombang ini diikuti oleh desa-desa di Jawa Tengah, sebanyak 260 desa sekabupaten Temanggung juga mengikuti kegiatan tersebut.
Desa Candiroto mendapatkan jatah mengikuti kegiatan pada gelombang 9, yakni pada tanggal 26 hingga 29 September 2024 bertempat di hotel Plaza Semarang. Kepala desa (Santoso Budi Prasetyo, S.Sos), Sekretaris desa (Wahyu Widiyantoro, S.Kom), ketua BPD (Agus Muslichin, A.Md) dan perwakilan PKK desa Candiroto (Dwi Setyaningsih), hadir sebagai perwakilan unsur desa yang diundang untuk mengikuti kegiatan selama 4 hari tersebut.
Desa Candiroto masuk di kelas 50 bersama 7 desa lainnya dari kabupaten Wonogiri, Purworejo, Rembang, Pati, Cilacap, Semarang dan Magelang. Sebanyak 32 peserta dari unsur kepala desa, sekretaris desa, ketua BPD dan Ketua PKK masuk di kelas 50 yang di fasilitasi oleh fasilitator nasional Bpk. Pamungkas dari BKP provinsi Jawa Tengah dan Pak Ponco dari Sekcam Kabupaten Pati. Materi pertama diisi oleh Bpk. Sudaryanto dari Semarang yang memaparkan tentang kepemimpinan. Selanjutnya fasilitator menyampaikan materi-materi yang terkait dengan pemerintahan desa, mulai dari pengelolaan keuangan desa, perencanaan desa, data dan informasi desa, penyusunan peraturan desa, PKK, Bumdes dan materi lainnya.
Kegiatan selam 4 hari berjalan dengan lancar dan interaktif sehingga peserta bisa mengikuti kegiatan dengan nyaman dan efektif karena tidak hanya sebatas disampaikan materi saja tetapi juga ada diskusi dari peserta. Diskusi dan berbagi praktik baik dari tiap desa menjadi salah satu sesi yang paling ditunggu oleh para peserta, karena pada sesi ini peserta dapat berbagi pengalaman baik yang telah dilaksnakan di desanya dan bisa direplikasi di desa lainnya. Selain itu, peserta diajak bekerja kelompok untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang ada di tiap desanya dan menentukan langkah strategis dalam pemecahan maslah melalui potensi yang dimiliki. Hasil diskusi kelompok selanjutnya dipaparkan kepada peserta lainnya untuk mendapatkan tanggapan dan akan menjadi rencana kerja tidak lanjut (RKTL) yang akan dilaksanakan di desanya masing-masing sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang diikuti.
Program P3MD juga akan terus berlanjut dengan kegiatan yang sama dengan metode daring dengan Aplikasi yang bernama LMS Pamong Desa, yang dapat diikuti oleh aparatur desa dan kelembagaan desa lainnya guna mewujudkan kompetensi dan kemampuan aparatur desa dan kelembagaan desa yang lebih baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban.
Form Komentar