Desa Candiroto merupakan ibukota Kecamatan Candiroto yang letaknya dibelah oleh jalan Provinsi. Desa Candiroto terdiri dari 5 Dusun (Dusun Krajan, Dusun Kauman, Dusun Winong, Dusun Dotakan, dan Dusun Gondang), 5 RW dan 25 RT.
Desa Candiroto dialiri 3 Sungai (Sungai Lutut/Trocohyang menjadi batas wilayah dengan Desa Lempuyang, Kali Ireng dan Kali Dawe yang membatasi dengan Desa Muneng) dan dikelilingi lahan perkebunan kopi yang subur. Desa Candiroto juga melingkupi area Pasar Candiroto dan Terminal Candiroto. Sentra ekonomi di Kecamatan Candiroto tersebut masih masuk dalam wilayah Desa Candiroto
Desa Candiroto tumbuh dan berkembang sejak adanya Distrik Lempuyang dengan dijadikannya kantor di Medayu/Sedayu pada era Deandels (1808-an). Sedayu/Medayu kini telah beralih nama menjadi Krajan dengan bergabungnya Mbulusan. Sisa keberadaan Sedayu/Medayu hanya menyisakan sebuah Mbelik yang disebut Mbelik Seringin oleh masyarakat Candiroto. Distrik Lempuyang sendiri terbagi menjadi beberapa afdeling atau setingkat Kecamatan Pada era pasca Diponegoro (1830-an), Distrik Lempuyang dirubah menjadi Distrik Candiroto dibawah Kawedanan Candiroto. Maka otomatis pusat administrasi distrik berpindah dari Lempuyang ke Candiroto. Distrik adalah wilayah administrasi yang setingkat dengan Kawedanan. Setelah peristiwa Ladu Klesem yang merubah topografi wilayah Temanggung Utara, perubahan pusat administrasi pada tahun-tahun tersebut memang diperlukan. Perubahan tersebut juga membuat pemekaran wilayah Lempuyang menjadi Desa Lempuyang dan Desa Candiroto sekarang.
Para era tanam paksa yang kemudian disusul dengan adanya politik etis dari Belanda di Hindia Belanda, maka banyak perkebunan swasta yang mulai dibangun diwilayah-wilayah subur di Timur Desa Candiroto. Yang terbesar dan masih ada hingga sekarang adalah perkebunan yang dikelola oleh PTPN Sukomangli di wilayah Bandarejo Desa Sidoharjo. Desa Candiroto pada era tersebut menjadi pusat ekonomi dalam komoditi kopi. Hingga tahun 90-an, Candiroto masih menjadi sentra perdagangan kopi terbesar di Temanggung.
Desa Candiroto yang dikelilingi sentra-sentra perkebunan kopi memiliki potensi utama produk kopi selain potensi yang lain. Sejak tahun 2018, Pemerintah Desa Candiroto mulai menginventaris potensi-potensi desa untuk dijadikan blueprint arah pembangunan Desa Candiroto, selain dokumen RPJMDes. Potensi wisata alam di Desa Candiroto mulai direncanakan tahapan-tahapannya. Salah satunya dengan dibangunnya kawasan wisata edukasi dan keluarga KAMPUNG SAWAH.
Form Komentar